Pengalaman Mengikuti UKG Online Tahun 2012

Alhamdulillah, tanggal 31 Juli 2012 pada pukul 14.00 WITA tepatnya gelombang II hari kedua ujian, saya telah selesai mengikuti UKG online yang ditempatkan di SMK 8 Jeneponto Sulawesi Selatan. Yaah, sedikit deg-degan juga sebelum masuk ruang ujian. Soalnya, banyak komentar teman-teman dari berbagai daerah yang telah mengikuti UKG sehari sebelumnya bahwa ada beberapa kendala yang mereka alami dalam ujian, baik teknis maupun non teknis.

Ternyata betul, apa yang dialami teman-teman, juga saya alami. Baru mulai bekerja sudah mengalami ketidakberesan.

Pertama, soal yang tidak jelas. Soal nomor 1 matematika SMP ringkasnya berbunyi begini : Akan dibuat suatu kerangka limas T.ABCD yang alasnya berbentuk persegi panjang dengan panjang AB = 12 cm dan BC = 16 cm. Jika panjang TP = 24 cm, maka panjang bahan yang dibutuhkan untuk membuat kerangka tersebut adalah …

Sebelum membaca lengkap soal ini, yang ada dipikiran saya adalah soalnya mudah dikerja. Ternyata setelah saya mencoba menggambar limas T.ABCD, saya jadi susah memastikan, TP itu dimana? Apakah tinggi limas, tinggi segitiga TAB atau tinggi segitiga TBC? Akhirnya saya mencoba menempatkan TP sebagai tinggi limas. Hasilnya, tidak ada jawaban yang cocok. Mungkin saya salah hitung, maka saya cek lagi perhitungannya, hasilnya sama.

Saya ingin mencoba lagi menempatkan TP sebagai tinggi segitiga TAB, tapi saya pikir jangan sampai juga bukan. Waktu berjalan, sudah hampir 5 menit saya berada disoal nomor satu ini. Padahal, idealnya waktu mengerjakan soal rata-rata dibutuhkan waktu hanya 2 menit persoal. Akhirnya saya pidah ke soal nomor dua.

Ada kurang lebih 3 atau 4 nomor soal yang kurang jelas seperti ini.

Kedua, soal yang tidak lengkap. Contoh soal, bunyi soal intinya begini : Ada barang sebanyak 200. Pada penjualan hari pertama, dipagi hari laku 0,08 barang, siangnya laku 4% dan sore harinya laku, maka barang tersebut habis dijual selama …. hari. Menurut saya soal ini tidak bisa dijawab. Maka saya memilih sembarang saja jawaban, siapa tahu tebakan saya benar, ha ha ha…

Contoh lain. Luas juring AOB pada gambar adalah… Ternyata keterangan yang ada pada gambar hanya diketahui jari-jarinya saja, sedangkan besar sudut AOB tidak ada. Saya mencoba, mungkin sudut AOB = 30o derajat, ternyata ada jawaban cocok, coba sudut AOB = 45 derajat, eh juga ada jawaban cocok. Ah, pusing.

Saya temukan juga sekitar 6 soal yang seperti ini.

Ketiga, gambar yang dinyatakan dalam soal tidak ada. Pada umumnya model-model soal seperti ini berbunyi, perhatikan gambar berikut, padahal gambarnya tidak ada. Ada sekitar 4 atau 5 soal seperti ini.

Keempat, pilihan jawaban double (sama). Sialnya adalah karena jawaban benar itu yang doubel (sama). Pilihan jawaban A = 165 dan pilihan jawaban B = 165, padahal ini yang benar. Terpaksa saya pilih jawaban B. Entah, kuncinya A atau B. Kalau A berarti saya sial benar, karena pasti mengurangi jawaban benar saya menurut aplikasi UKG online. Soal yang jawabannya double hanya ada satu.

Kelima, soal berulang. Sebenarnya model ketidakberesan ini bisa menguntungkan peserta karena cukup satu kali saja mengerjakan soal, sudah menjawab dua soal sekaligus. Tapi, itu kalau soalnya jelas dan punya jawaban yang benar. Sialnya buat saya, ternyata saya memperoleh 3 soal yang berulang dan dua diantaranya soal tidak dapat dikerjakan karena keempat ketidakberesan di atas. Apa boleh buat, nasib.

Keenam, jaringan internet yang tulalit kali. Pada saat saya sudah membuka soal sampai nomor terakhir (yang ke-100), saya kembali membuka soal yang tadi saya lewatkan termasuk bermaksud mau mengecek jawaban-jawaban saya karena masih tersisa waktu 9 menit lebih. Anehnya, pilihan-pilihan jawaban justru tidak tampil semua, biasanya hanya satu atau 2 jawaban yang tampil, selebihnya hanya bergambar ikon yang tidak jelas. Sial lagi.

Ketujuh, tampilan eksekusi jawaban yang mengganggu pilihan. Bahagia rasanya jika saya dapat menentukan jawaban yang benar. Hanya saja saya harus hati-hati dalam mengeksekusi pilihan jawaban jika menggunakan mouse, terutama untuk jawaban B atau C. Untuk memastikan eksekusi pilihan cocok, membutuhkan yah, 3 sampai 5 detiklah, waktu yang cukup berharga untuk dipakai menjawab soal. Masalahnya, pilihan B dan C terletak ditengah. Misalkan pilihan saya adalah B, kadang saya ragu apakah yang saya harus klik yang di atasnya atau yang di bawahnya. Intinya butuh waktu paling tidak beberapa detik kali 100 pilihan untuk kehati-hatian ini.

Hitung-hitung, ada sekitar 15 lebih soal yang tidak beres yang saya peroleh. Saya mengatakan diri saya kena sial karena tidak semua teman memperoleh jumlah soal yang tidak beres sebanyak itu. Untuk mata pelajaran Matematika, berdasarkan informasi dari teman-teman, ditemukan sekitar 5 sampai 18 nomor soal yang tidak beres. Tergantung keberuntungan. Ha ha ha…

Sekitar 2 menit lagi waktu tersisa, saya angkat tangan, saya akhiri ujian. Hasilnya, jauh dari target, hanya mencapai KKM, 70. Saya berharap, ada kompensasi akibat dari kekurangan-kekurangan soal yang saya peroleh. Bisa nggak yah???

Kedelapan, Perbandingan jumlah soal Pedagogik dan Profesional tidak sesuai.  Berdasarkan pedoman pelaksanaan UKG 2012, dijelaskan bahwa masing-masing peserta akan mengerjakan soal pedagogik sebanyak 30% dan soal profesional sebanyak 70%. Namun yang saya alami, saya mengerjakan soal pedagogik sebanyak 24 nomor dan 76 soal profesional. Hal ini saya ketahui dari print out hasil ujian. Ini artinya tidak terpenuhi perbandingan 30% dan 70%  jumlah soal pedagogik dan profesional.

Oke deh, sekedar masukan untuk perbaikan pada kegiatan-kegiatan yang serupa berikutnya :

  1. Ujian tidak langsung dilaksanakan secara nasional. Cukup dilaksanakan pada satu atau beberapa daerah saja sebagai percobaan. Hasil evaluasi dan perbaikan dari ujian percobaan tersebut baru kemudian dilaksanakan secara nasional.
  2. Sebelum dilaksanakan uji coba, soal-soal yang akan diujikan harus dikerjakan terlebih dahulu oleh pembuat soal itu sendiri secara online tentunya. Apakah mereka juga dapat mengerjakan soal dengan baik dan tepat menggunakan waktu yang disediakan (120 menit). Dengan cara ini, maka akan ditemukan ketidakberesan- ketidakberesan yang ada, termasuk soal yang tidak jelas, tidak ada gambar dan lain-lain.
  3. Memastikan sosialisasi sudah dilaksanakan secara menyeluruh kepada semua guru yang akan mengikuti ujian. Berdasarkan informasi, ada guru yang baru mengetahui ada UKG kurang dari seminggu sebelum pelaksanakan UKG.
  4. Memastikan perangkat IT yang akan digunakan layak dan berfungsi dengan baik. Misalnya koneksi internet yang bagus, antisipasi jika listrik padam dan lain sebagainya.
  5. Oh iya, Soal UKG sebaiknya jumlah pilihan jawabannya minimal 5 (A, B, C, D, E) karena soal UN SMA saja pilihannya 5. Malu dong guru kalau soal UKG pilihannya cuma 4 (A, B, C, D).
  6. Terakhir, janganlah membebani peserta dengan pungutan-pungutan hanya sekedar untuk mengambil kartu peserta UKG.

Semoga UKG berikutnya dapat terlaksana tanpa ada kekurangan-kekurangan. Guru Indonesia…., SEMANGAT !!!

9 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Kesan Mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) Online 2015 | SYARIFUDDIN DAENG RATE GURU MATEMATIKA SMP NEGERI 3 TAMALATEA KABUPATEN JENEPONTO
  2. Saryono
    Agu 09, 2012 @ 23:16:32

    Pengalaman bapak sama seperti teman2 di Kal-sel . Sepertinya penyelenggaraan UKG ini terjesan buru-buru dan dipaksakan

    Suka

    Balas

  3. majidnst
    Agu 04, 2012 @ 22:25:58

    Bagus komentarnya saya mau copas utk di web kami.
    trims

    Suka

    Balas

  4. Imam Prasaja
    Agu 04, 2012 @ 21:25:52

    Reblogged this on imamprasaja.com..

    Suka

    Balas

  5. Imam Prasaja
    Agu 04, 2012 @ 21:25:20

    Izin share/reblog ya Pak, terima kasih.

    Suka

    Balas

  6. 64diwarman
    Agu 02, 2012 @ 07:52:20

    PENGALMAN YANG SANGAT BERHARGA, THANKS YA BAPAK SYARIFUDDIN. TQ

    Suka

    Balas

Jangan lupa!!! Tuliskan Komentar Anda di Kolom Berikut !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Posting

%d blogger menyukai ini: